Sedih rasanya ketika berbagai media memberitakan bahwa saudara-saudara kita banyak yang mengalami kekeringan sehingga harus berjalan berkilo-kilo jauhnya untuk mendapatkan air, atau harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli air. Dan ternyata, hal ini kini terjadi di kota saya sendiri, kota yang notabene masih hijau.
Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat memberitahu saya bahwa di Purworejo,...
lomba blog/giveaway
,
rupa-rupa
lomba blog/giveaway
Read More
Amay, Aga dan Arinta
Tanggung jawab sebagai orang tua ketika anaknya lahir, salah satunya adalah memberi nama. Bukan sembarang nama, namun nama itu mesti memiliki arti yang baik, do'a serta pengharapan. Seperti kebanyakan orang tua, hari-hari jelang kelahiran Amay 4,5 tahun lalu pun kami disibukkan dengan ritual ini. Apa ya nama yang bagus untuk anakku kelak?
Di usia kehamilan yang memasuki enam bulan, dokter memberi...
tips emak
Read More
Pengguna Magic Com Perlu Tahu Ini!
Friday, October 23, 2015
Jaman dulu, memasak nasi itu perlu melewati beberapa proses; ada yang namanya ngeliwet, ada yang namanya meng-aron. Apinya; ada yang pakai api tungku (nah, ini yang paling lezat hasilnya menurut lidah saya), ada yang pakai kompor.
Jaman sekarang, masak nasi nggak pake ribet. Habis cuci beras, tambahkan air, lalu klik. Nah, kadang-kadang, proses "klik" nya itu yang sering kelupaan. Jadi, pas dikira...
buku
,
film
Read More
Heidi; Film, Buku, dan Sepotong Rindu
Friday, October 9, 2015
Saya bukan pecandu film, yang menjadikan aktivitas menonton
film sebagai rutinitas. Saya juga bukan tipe orang yang gemar "mencari" film yang bagus. Biasanya saya baru menonton film setelah teman-teman
merekomendasikannya. Maka wajar saja jika saya jarang pergi ke
bioskop, karena saya lebih sering menonton film di rumah. Tapi bukan berarti
saya belum pernah ke bioskop yaa, hehe... Sesekali sih...
buku
Read More
Negeri Neri; Novel yang Bagi Saya Layak Difilmkan
Sunday, October 4, 2015
Menurut saya, bagus atau tidaknya sebuah novel ditentukan oleh
sejauh mana novel itu bisa "mengganggu pikiran" pembacanya.
"Mengganggu pikiran" disini artinya, apapun kegiatan yang kita
lakukan, jalan cerita novel yang sedang kita baca masih terngiang-ngiang di
kepala.
"Negeri Neri", sebuah novel karya Sari Safitri
Mohan, berhasil mengalihkan dunia saya hingga beberapa hari. Saya terjebak
dalam...
bisnis
Read More
Jangan Jadi Online Shop Nyebelin
Saturday, October 3, 2015
Kalau Asma Nadia punya karya yang judulnya: "jangan jadi muslimah nyebelin", maka yang saya tulis ini mungkin merupakan pengembangannya.
foto dari sini
Lagi heboh ya di dunia maya, tentang online shop dan calon pembeli yang salah paham. Jujur, saya pun baru tahu kalau ada satuan "ea" yang artinya "each". Jadi memang sebagai online shop sebaiknya tidak buru-buru emosi, khawatir nantinya malah malu...
buku
Read More
"Marriage with Heart", untuk Rumah Tangga yang Sehat
Wednesday, September 30, 2015
“Mereka
datang dalam keadaan baik dan bersih
Nanti,
jika saatnya tiba,
Bisakah
aku mengembalikannya sebersih semula?
Sanggupkah
dagu kita tegak di hadapan-Nya
Sambil
berkata, “Wahai Tuhanku, telah kutunaikan tugasku
Telah
kujalankan amanah-Mu.”
Puisi di atas adalah sepenggal pendahuluan
yang bisa kita temukan dalam buku “Parenting With Heart” karya Elia Daryati dan
Anna Farida. Syahdu bukan? Tidak berlebihan ‘kan jika setelah membacanya hati
saya dipenuhi dengan perasaan bersalah dan penyesalan yang amat dalam?
Iya, buku “Parenting With Heart” itu bisa
membuat mata saya terpaku membaca kalimat demi kalimat, hingga terkadang
keduanya mengembun bahkan menganak sungai. Buku ini menyentil nurani saya,
hingga saya tersadar bahwa saya masih sangat jauh dari predikat “ibu yang
baik”.
Dan kini, sebuah buku baru terlahir dari
penulis yang sama, Ibu Elia Daryati dan Mbak Anna Farida. “Marriage With
Heart”, begitulah judulnya.
Sama seperti buku sebelumnya, buku ini
disampaikan dengan bahasa yang ringan dan lugas sehingga mudah dicerna. Isinya
tidak seperti buku-buku pernikahan kebanyakan, yang biasanya mengulas secara
kaku tentang hak dan kewajiban suami istri dalam pandangan agama, lengkap dengan
hukum fiqih dan dalil-dalilnya. Buku ini bisa kita nikmati kata demi kata tanpa
harus membuat kening berlipat lima. Walaupun penulisnya adalah muslimah, Marriage With heart tidak hanya
diperuntukkan untuk orang Islam saja. Bahasanya universal, dan bisa
diaplikasikan oleh pemeluk agama apapun.
Yang menarik, membaca buku ini, saya seperti
membaca jawaban-jawaban dari curhatan kebanyakan orang. Bahwa masalah dalam
rumah tangga itu tidak hanya seputar urusan ranjang saja, tapi ternyata ada
banyak hal lain yang mungkin luput dari pengamatan kita.
Hubungan antara mertua dan menantu yang tak
harmonis, mungkin jadi salah satu yang sering kita lihat memicu retaknya sebuah
ikatan perkawinan. Ups, jadi ingat sebuah iklan di televisi yang seolah
menggambarkan begitu seramnya sosok ibu mertua, padahal nggak semua mertua
begitu lho, contohnya mertua saya.
Selain itu, adanya PIL atau WIL, juga kerap
menjadi bara dalam rumah tangga. Lalu bagaimana sebaiknya suami atau istri
sebaiknya bersikap jika ada penelusup dalam rumah tangganya? Amit-amit deh, ya,
semoga kita nggak mengalaminya. Namun jika sudah terlanjur ada, buku ini memuat
beberapa saran penyelesaiannya.
Masalah lain yang dibahas, banyak!
Anda punya anak tiri? Sedang menjalani LDR?
Atau merasa tak berguna karena “hanya” menjadi ibu rumah tangga? Atau, pasangan
Anda kecanduan media sosial bahkan CLBK dengan mantannya? Atau merasa punya
kesenjangan ekonomi dengan pasangan, merasa seperti ATM yang bisa selalu keluar
uang? Eh, jangan salah, walaupun kelihatannya sepele, tapi jika berlarut-larut,
bisa bikin hubungan dengan pasangan makin kusut.
Makanya, ada tips dan trik supaya keharmonisan
rumah tangga menjadi awet adanya. Penasaran? Beli saja bukunya. Saran saya,
jangan dibaca sendirian. Ajak pasangan Anda membacanya juga, supaya bisa
belajar bersama-sama, dan pernikahan bisa dijalani dengan kompak sehingga bisa
mencapai tujuan yang diinginkan.
Seperti tanaman, romantisme terhadap pasangan
juga perlu dirawat agar tumbuh sesuai harapan. Komunikasi, baik secara verbal
maupun sentuhan, penting dipelajari. Malu? Bingung memulainya bagaimana? Ibu
Elia dan Mbak Anna membagi semua tipsnya. Bahkan, di halaman 156, mereka
memberi bocoran sebuah link yang bisa Anda buka untuk melihat bagaimana lelaki
Jepang menyatakan cinta pada istrinya. Ini bisa menjadi ide juga, bukan?
~~~
Pernikahan memang merupakan sebuah perjanjian
yang berat, yang menyertakan Tuhan semesta alam. Allah mengirimkan kepada kita
seseorang yang tak sepenuhnya kita kenal. Pasangan kita itulah yang menjadi
teman hidup dan teman beribadah kita, tim yang kuat untuk pulang menuju Tuhan.
Lalu apa yang akan Anda katakan ketika Anda dan pasangan sama-sama berada di
hadapan-Nya kelak?
Semoga nanti di hari akhir, pasangan kita akan
berkata, “Ya Allah, aku bersyukur Engkau telah memberikan dia kepadaku.
Sesungguhnya aku ridha kepadanya.”
buku
Read More
Rahasia Pelangi: Buktikan Jika Kau Cinta
Thursday, September 10, 2015
taken from my instagram @rien_arin
Novel ini lahir dari tangan dua orang yang peduli terhadap lingkungan. Di dalamnya, kita dapat menemukan penyebab terjadinya konflik antara gajah dan manusia, seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Ah iya, salah satu yang mendorong lahirnya novel ini memang karena kekhawatiran akan ancaman kepunahan gajah.
Benar kata orang, novel ini sangat informatif,...
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)